Senin, 02 Februari 2009



MEMANFAATKAN
CELAH, UNTUK MENCAPAI TUJUAN


Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) teater Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang bernama “Teater Tangga” mempertunjukan karyanya yang berjudul “Celah, Perjalanan Seorang Pelancong”, Minggu (31/11) malam. Kelompok teater yang didirikan pada tahun 1995 oleh Najib Masykur dkk., pementasan berdurasi dua jam yang semalam dilaksanakan di SMA 3 Yogyakarta ini, mengambil setting di stasiun, dan perkotaan yang dinamakan sub-urban. Cerita awal bermula dari seorang pria desa yang kurus, kering dan memakai baju lusuh bermotif bunga orange bernama Parto yang ingin merasakan kehidupan sub-urban. Parto yang pertama kali mendatangi stasiun, bertemu dengan penjual minuman (Parno), dan wanita yang menunggu kereta. Saat itulah, Parto dipertanyakan kejelasannya untuk pergi ke wilayah yang berisi segala orang dari semua wilayah, untuk mencari kehidupan yang layak. Parto yang memiliki karakter polos, dan lugu, kebingungan menjawab pertanyaan Parno. Alhasil, Parto tetap melanjutkan rencana perjalanannya ke wilayah sub-urban. Setelah di sub-urban, bertemu dengan beberapa orang yang memiliki profesi, dan karakteristik yang berbeda, seperti pelacur, cleaning service, bos narkoba, pengguna narkoba, dan sales promotion girl, dll.

Muhammad Nur Qomaruddin (sutradara) mengatakan, ide mengambil cerita ini, karena realitas sosial yang selalu menjadi masalah di masyarakat. Banyak orang desa yang beranggapan, hidup di kota lebih nyaman, dan mendapatkan banyak uang, ujar Qomar. Dengan banyak menempatkan pedagang, seperti pencopet, pelacur, cleaning service, bos narkoba, dll., hidup menjadi pedagang seperti itu banyak celah untuk mendapatkan uang, selain dari pekerjaan utama, tambahnya. Tokoh Wahyu (penjual rokok), yang juga berprofesi lain sebagai penjual narkoba, itu salah satu contoh celah saat ini, ujar Qomar. “Celah, Perjalanan Seorang Pelancong”, yang telah dipentaskan di lima tempat yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro (Semarang), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan SMA 3 Yogyakarta, Qomaruddin mengatakan, naskah “Celah, Perjalanan Seorang Pelancong” dibuat salama tiga bulan dari Agustus 2008. Untuk pencitraan setiap penokohan tersebut, hanyalah observasi di stasiun selama sepuluh kali, dan menonton film, ujarnya.

Di akhir pembicaraanya, mahasiswa Hubungan Internasional UMY berkesimpulan dengan cerita ini, kita harus selalu waspada dengan situasi-situasi yang ada di sekeliling kita. Kita harus memahami lingkungan, masih ada orang yang berfikiran, ketika ada kesempatan atau celah untuk melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang, orang tersebut dapat melakukannya tanpa melihat dari segi kemaslahatannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ilir-ilir